Saking riuhnya gerak politik relawan yang menunjukkan ketidaksolidan, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahkan mengesankan memohon, agar para relawan Jokowi bisa fokus membantu presiden untuk turut mengatasi pandemi COVID-19 yang sedang melanda. Apalagi pandemi COVID-19 saat ini sedang memasuki dua krisis sekaligus yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi.
Berdasarkan realitas di atas, memang sebaiknya Presiden Jokowi mulai mengendurkan peranannya dalam merawat relawan politik Jokowi. Sebab, pada dasarnya relawan politik ini akan terus bergerak mengikuti wacana politik yang berkembang, sementara pemerintah harus berfokus kepada upaya mengatasi krisis dan mengatasi pandemi COVID-19 yang sedang meningkat drastis kembali.
Merawat dukungan relawan malah akan menyebabkan pemerintah terjebak merespons isu per-hari dalam gerak politik yang semakin hari, malah semakin memanas. Saat ini waktu yang tepat, bagi Presiden Jokowi untuk tidak lagi terjebak pada wacana politik praktis menjelang Pemilu 2024 mendatang.
Posisi Presiden Jokowi sebagai king maker pada Pilpres 2024 mendatang, sebaiknya malah tidak banyak merespons dan cenderung memilih diam sambil mengamati, agar fokus dan kerja pemerintah dapat berjalan dengan baik, di sisi yang lain keputusan Jokowi akan ditunggu-tunggu seperti pelangi yang ditunggu setelah hujan. (*)
