Ia mengungkapkan, peserta harus maksimal di setiap tahap seleksi, mulai dari menyiapkan dokumen pendukung, membuat scientific paper sesuai tema, hingga memproduksi video yang kreatif dan berdampak.

“Percaya diri saat wawancara itu penting. Dan jangan lupa, aktif membagikan konten pendaftaran di media sosial juga bisa jadi nilai tambah,” ungkapnya.

Melda menekankan bahwa keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris atau masalah biaya seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menggali potensi diri jika ingin mengikuti program tersebut.

“Jangan minder hanya karena belum mahir berbahasa Inggris atau terkendala biaya. Di sini kita belajar bersama dan bahkan dibimbing untuk mengajukan sponsor,” tambahnya.

Ia mengajak seluruh anak muda, khususnya di Sulawesi Tenggara, untuk aktif mencoba berbagai program yang dapat memperluas relasi dan menggali potensi diri.