Ali Mazi menegaskan, walaupun TKA yang akan datang telah dilengkapi surat yang resmi, tetapi Pemerintah Provinsi Sultra tetap akan menolak.

"Yang lalu 49 orang saja kita sudah babak belur. Suasana kebatinan masyarakat menghadapi COVID-19 tidak tepat dengan memasukkan TKA asal Cina,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Gubernur Ali Mazi Menyampaikan jika ia telah mengundang pihak Virtue Dragon agar menunda sementara waktu keinginannya tersebut. Nanti setelah wabah ini berakhir, baru akan dibicarakan kembali.

Selain Gubernur Ali Mazi, penolakan atas rencana pemerintah pusat untuk kembali mendatangkan TKA asal Cina ke Sultra juga mendapat kecaman dari Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Muhammad Endang.

“Kedatangan TKA itu lebih banyak mudharat dari pada maslahatnya,” kata Muh. Endang.