JAKARTA, TELISIK.ID - Mata uang rupiah kembali melemah 0,08 persen ke Rp 14.903. Hal ini akibat isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pertalite yang memicu kekhawatiran pasar atas lonjakan inflasi di dalam negeri.

Melansir cnnindonesia.com, nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.903 per dolar AS pada Selasa (23/8/2022) pagi. Posisi itu melemah 12 poin atau 0,08 persen dari Senin (22/8/2022) sore kemarin.

Mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Yen Jepang menguat 0,14 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, dolar Singapura menguat 0,07 persen, dan peso Filipina melemah 0,08 persen.

Yuan China melemah 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen pada perdagangan pagi ini.

Sejalan, mata uang utama negara maju terlihat bervariasi. Euro Eropa melemah 0,04 persen dan poundsterling Inggris menguat 0,04 persen dan dolar Australia menguat 0,25 persen.