Franc Swiss menguat 0,04 persen dan dolar Kanada menguat 0,15 persen.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, BI Gelar Pasar Murah Gandeng TPID Provinsi Sulawesi Tenggara

Menanggapi kondisi tersebut, Senior Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah masih tertekan akibat kembalinya sentimen risk off di pasar oleh kekhawatiran pasar atas resesi dan ekspektasi pada kenaikan suku bunga the Fed yang lebih agresif.

"Dari domestik pasar masih menantikan keputusan BI yang semakin sulit untuk mempertahankan suku bunga di tengah ekspektasi kenaikan harga BBM (pertalite) yang akan semakin meningkatkan inflasi," ujarnya, dikutip CNNIndonesia.com.

Sementara untuk hari ini, Lukman memperkirakan, mata uang rupiah akan berada di kisaran Rp 14.825 hingga Rp 14.975 per dolar AS.