"Dan sekarang sudah dalam proses tindak lanjut dari DPRD ke Pemerintah Daerah," tambah La Udu saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (18/7/2021).
Terkait pergantian unsur pimpinan di Dewan itu, dia melihat ada nuansa ketidakadilan yang dilakukan oleh partai terhadap kadernya.
"Saya memang tidak lagi masuk dalam kepengurusan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Pak Sujono, tapi perlu dicatat bahwa satu kursi Golkar dari Dapil I yang melahirkan ibu Septi Rahma menjadi anggota DPRD Kabupaten Buton Utara adalah hasil kerja keras kami yang saat itu bersama ibu Septi Rahma mencalonkan diri di Partai Golkar, jadi wajar kalau hari ini konstituen merasa kecewa jika perwakilannya diperlakukan tidak adil," ucap La Udu.
Mantan Ketua Bappilu Partai Golkar Butur itu menambahkan, selama ini dirinya tidak pernah mendengar ada isu miring maupun pelanggaran hukum yang dilakukan Septi Rahma, baik perannya selaku kader Partai Golkar maupun dalam jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD.
"Makanya dipertanyakan, ada kepentingan apa di balik ini? Seharusnya DPP Partai Golkar melihat itu," tegas La Udu.
