Diselamatkannya Nabi Ibrahim as dari bakaran apinya raja Namrud, diturunkannya kitab Taurat pada Nabi Musa as, dikeluarkannya Nabi Yusuf as dari penjara, disembuhkannya kebutaan Nabi Ya’qub as dari wasilah pakaiannya Nabi Yusuf as, disembuhkannya Nabi Ayyub as dari sakit kulit yang berkepanjangan.
Dikeluarkannya Nabi Yunus as dari perut ikan Nun, disibakkannya lautan bagi Bani Israil yang melarikan diri dari kejaran raja Fir’aun Mesir yang kejam, diampuninya Nabi Daud as dari kesalahannya, diberinya Nabi Sulaiman as kekuasaan berupa kerajaan, diangkatnya Nabi Isa as ke langit setelah dikepung bangsa Romawi.
Diampuninya kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang dari Nabi Muhammad saw. Dari kisah-kisah di atas, mengajarkan bahwa bulan Muharram menjadikan bulan yang mulia dan istimewa.
Sementara melansir Tirto.id, tragedi Karbala selain berbagai peristiwa penting dan kejadian menggembirakan terjadi di Muharam, di bulan ini, sejarah juga mencatat pembunuhan cucu Rasulullah SAW, Husen bin Ali RA.
Peristiwa yang dijadikan awal mulanya tahun hijriah adalah pembunuhan Husen bin Ali ini atau dikenal dengan tragedi Karbala, yang terjadi di wilayah 100 km sebelah barat daya Bagdad. Tragedi Karbala ini dimulai dari perseteruan antara khalifah masa itu, Yazid bin Muawiyah dan Husen bin Ali.
