Kita konsisten tidak melanggar semua itu, karena yakin bahwa Allah bersama kita. Kita menjadi jujur kepada Allah dan kita jujur kepada diri sendiri serta jujur kepad sesama manusia. Pembentukan sikap kejujuran kepada Allah, jujur kepada diri sendiri serta jujur kepada sesama manusia.

Semua ini adalah dasar pembentukan takwa, dan manakala sikap itu dapat dirawat dan pertahankan, maka kita mendapatkan stutus yang dikonstatir oleh Allah dalam Al-Baqarah 183, yakni menjadi manusia bertakwa. Artinya, puasa Ramadan kita tidak sia-sia. (*)