Selain kebutuhan air bersih, warga juga mempertanyakan mekanisme pengaduank ketika mengalami persoalan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Mereka meminta kejelasan mengenai saluran pengaduan yang dapat digunakan apabila terjadi penolakan pelayanan.
Persoalan narkoba juga mengemuka dalam dialog. Ketua RT 2 RW 1 mengaku telah dua kali menjadi saksi dalam perkara narkoba yang melibatkan warga di lingkungannya.
“Bagaimana pihak DPRD melihat ini, narkoba sudah menjalar di mana-mana. Peran DPRD bagaimana karena generasi bisa hancur. Karena terdesak ekonomi, bagaimana supaya kita bisa terhindar dari narkoba,” ujarnya.
Isu tersebut dibahas setelah Harmawati memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, jenis narkotika, serta langkah pencegahannya. Kegiatan edukasi itu berkaitan dengan latar belakang Harmawati sebagai apoteker dan pengalaman di bidang pencegahan BNNP Sultra.
Sebelumnya, Harmawati juga pernah terlibat dalam kegiatan pencegahan narkoba di Kelurahan Sanua ketika menjalankan tugas di BNNP Sultra. Dalam kegiatan tersebut, pencegahan penyalahgunaan narkotika turut melibatkan unsur masyarakat dan perangkat kelurahan.
