"Ini terkait juga dengan kinerja kabinet di bidang ekonomi," kata Guntur.
Salah satu nama yang disoroti dalam konteks ini adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Rosan diketahui juga merangkap jabatan sebagai Chief Executive Officer Danantara, sebuah posisi yang menurut Guntur berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Baca Juga: Heboh Menkeu Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo, Begini Jawabannya
Rangkap jabatan ini dianggap membingungkan publik dan pelaku ekonomi karena Rosan bertindak sebagai regulator sekaligus eksekutor. Hal tersebut dinilai tidak sehat dalam sistem pemerintahan yang mengedepankan akuntabilitas dan transparansi.
"Pemain bola sekaligus jadi wasit," tutur Guntur.
