Dengan terjadinya perubahan nomenklatur baru tersebut, konsekuensinya adalah reshuffle kabinet memang tinggal menunggu waktu. Sejumlah menteri tentu saja memang akan diganti, atau sekadar di geser.
Indikasi akan terjadinya reshuffle, juga disebabkan oleh sikap Bambang Brodjonegoro yang sudah pamit sebagai Menristek dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Bambang menyampaikan bahwa dirinya pamit di tengah kunjungannya dalam peresmian Science Techno Park Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mengatakan kegiatannya hari itu merupakan kunjungan kerjanya yang terakhir sebagai Menristek, (CNBC, 11 April 2021).
Meski, perubahan nomenklatur hanya terkait dua hal yakni Kemendikbudristek dan Kementerian Investasi dan Lapangan Kerja tetapi tentu saja isu reshuffle akan bergerak liar.
Pembicaraan di ruang publik tak hanya terkait siapa yang akan menjabat di kedua kementerian tersebut, tetapi juga terkait raport merah para menteri lainnya yang sudah selayaknya ikut di reshuffle.
