Hasil buruannya itu kemudian dijual dan sebagian digunakan untuk pesta minuman keras (miras).
"Sebelum kejadian pembunuhan itu dia baru pulang berburu. Dia dapat buruannya itu disekitar hutan lingkungan Wonco. Lalu dia jual hasil buruannya dan sempat ngobrol dengan keluarga di kebun. Jadi hasil buruannya itu dia gunakan untuk minum-minum," tambahnya.
Ditambahkan, pelaku terbilang nekat. Aparat TNI pun ia perlakukan seperti itu, bagaimana dengan warga sipil.
"Yang kedua, kondisi sosiolog masyarakat. Masyarakat sangat cemas selama pelaku belum ditangkap," pungkasnya.
Peliput: Deni Djohan
