Ia mengatakan, pihak-pihak di belakang Masyumi kali ini merasakan sudah sedikit sekali partai politik yang ideologis baik kebijakannya maupun integritas para politisinya.

"Kerinduan tersebut muncul karena mayoritas para politisi Masyumi adalah orang orang yang kuat pembelaannya terhadap syariat Islam, dan mampu menunjukkan solusi terbaik bagi bangsa Indonesia melalui ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin," kata Taufik seperti dikutip dari situs resmi Masyumi.

Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) kini telah berusia 75 tahun. Partai yang dibubarkan oleh Sukarno itu kini dibangkitkan lagi.

Sebagaimana yang dicatat Gungun Karya Adilaga dalam buku 'Simpul Sejarah: Mengikat Makna Perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia', dimana Masyumi didirikan pada 7 Agustus 1945.

Awalnya Masyumi bukan partai, melainkan organisasi Islam. Masyumi lahir ketika Jepang sedang terseret kemelut Perang Pasifik. Jepang merestui organisasi ini berdiri karena dianggap bisa membantu Jepang untuk berperang.