Kemudian Masyumi dibubarkan oleh Presiden Sukarno pada 17 Agustus 1960. Menurut M Fuad Nasar dalam bukunya 'Islam dan Muslim di Negara Pancasila', pembubaran Masyumi tidak terkait dengan masalah ideologi.

Pembubaran ini sebagai ekses dari sikap politik para elit Masyumi yang berseberangan dengan Sukarno ketika itu.

Bahkan ketika itu ada beberapa elite partai yang justru bergabung dengan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera Barat.

Setelah 75 tahun berlalu, Masyumi pun dibangkitkan lagi. Hari ini nama-nama dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mencoba membangkitkan kembali Partai Masyumi, partai yang bubar pada era Presiden Sukarno. Mereka menyebutnya Masyumi Reborn.

"Tokoh-tokoh berhimpun menggagas kembali bangkitnya Masyumi. Disebut sebagai Masyumi Reborn atau terlahir kembali," kata MS Kaban, dilansir detikcom, Sabtu (7/11/2020).