Selain menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prof. Najib aktif dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPICOM), Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPKI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra, serta Ikatan Alumni UHO. Kiprahnya di organisasi tersebut memperkuat perannya dalam pengembangan keilmuan, pendidikan tinggi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Pernah Bela Istri Sambo hingga Syahrul Yasin Limpo

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, Prof. Najib secara konsisten mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis komunikasi pembangunan, pendidikan politik, literasi digital, tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat pesisir, mitigasi bencana, penguatan demokrasi, hingga pendidikan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Sepanjang kariernya, Prof. Najib telah membangun reputasi sebagai akademisi yang mampu mengintegrasikan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kombinasi antara pengalaman akademik, produktivitas ilmiah, kepemimpinan organisasi, serta keterlibatan aktif dalam perumusan kebijakan publik menjadikannya salah satu Guru Besar Universitas Halu Oleo yang berpengaruh dalam pengembangan ilmu komunikasi pembangunan, komunikasi politik, dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.