Astronaut menemukan tanda anomali kecil di tepi jendela pandang, menyerupai bercak cat berbentuk segitiga. Temuan tersebut kemudian difoto dari berbagai sudut menggunakan pencahayaan berbeda, sementara kamera robotik stasiun antariksa digunakan untuk mendapatkan gambar tambahan dari luar struktur wahana.

Hasil identifikasi para perancang menunjukkan bahwa retakan yang muncul merupakan retakan tembus yang diduga disebabkan oleh hantaman puing luar angkasa berukuran kurang dari satu milimeter, tetapi memiliki kecepatan tumbukan tinggi.  

Dengan pertimbangan tersebut, tim teknis melakukan simulasi dan pengujian tambahan, termasuk meminta dua lembaga penelitian menjalankan uji terowongan angin untuk memastikan kondisi material secara independen.

Dalam skenario terburuk, retakan itu dapat menyebar dan berpotensi melepas panel luar jendela, sehingga mengancam lapisan kaca bagian dalam yang berfungsi mempertahankan tekanan kabin.  

Hal ini berisiko memicu depresurisasi mendadak, sehingga protokol keselamatan menetapkan bahwa wahana tidak boleh digunakan membawa manusia dalam kondisi struktur yang diragukan.