Baca Juga: Kuda Terkecil di Dunia 2025, Cuma 52,6 Cm Resmi Raih Guinness World Records

Langkah darurat pun diambil dengan meluncurkan Shenzhou-22 pada 25 November sebagai pengganti wahana pulang bagi kru yang kini menjalankan misi tinggal selama enam bulan di orbit.  

Dalam kegiatan spacewalk mendatang, awak Shenzhou-21 akan diarahkan untuk memeriksa langsung retakan tersebut dan memasang perlindungan tambahan menggunakan perangkat yang dikirimkan melalui Shenzhou-22, setelah seluruh prosedur diverifikasi lewat uji darat.

Selain itu, misi tak berawak Shenzhou-20 juga akan dimanfaatkan untuk mengumpulkan data eksperimental terkait dampak kerusakan mikro pada wahana.  

Data tersebut dianggap penting sebagai rujukan teknis untuk misi mendatang, mengingat aktivitas puing luar angkasa semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pengumpulan data tetap dilakukan tanpa mengurangi aspek keselamatan awak, sejalan dengan prioritas utama program antariksa berawak China. (Xinhua)