Laporan Reuters menyebutkan bahwa perusahaan BrahMos Aerospace sebelumnya telah menyatakan pembicaraan dengan Indonesia berada pada tahap lanjut. Perusahaan tersebut memperkirakan nilai kesepakatan berada pada kisaran 200 juta dollar AS hingga 350 juta dollar AS, atau sekitar Rp 3,3 triliun sampai Rp 5,9 triliun.

BrahMos Aerospace merupakan perusahaan patungan yang dimiliki oleh pemerintah India dan Rusia. Perusahaan ini dibentuk melalui kerja sama antara lembaga penelitian militer India dan industri pertahanan Rusia untuk mengembangkan sistem rudal jelajah berkecepatan tinggi.

Baca Juga: Pintu Perang Dunia ke-3 Menuju Asia, Kim Jong Un Tekan Tombol 2 Rudal Jelajah Siap Tempur

Rudal BrahMos dikenal sebagai salah satu rudal jelajah supersonik tercepat yang saat ini beroperasi di dunia. Sistem senjata ini dikembangkan bersama oleh Defence Research and Development Organisation (DRDO) milik India dan perusahaan Rusia NPO Mashinostroyenia.

Nama BrahMos diambil dari dua sungai besar yang berada di wilayah kedua negara tersebut, yakni Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia. Penamaan ini mencerminkan kerja sama teknologi pertahanan antara kedua negara dalam pengembangan sistem senjata tersebut.