Secara teknis, rudal BrahMos mampu melaju dengan kecepatan sekitar Mach 2,8 hingga Mach 3, atau hampir tiga kali kecepatan suara. Versi ekspor rudal tersebut memiliki jangkauan sekitar 290 kilometer, sementara varian terbaru dilaporkan mampu menjangkau lebih dari 400 kilometer.
Selain memiliki kecepatan tinggi, rudal BrahMos dirancang dengan tingkat presisi yang tinggi serta kemampuan terbang pada ketinggian rendah. Kemampuan ini memungkinkan rudal menghindari deteksi radar lawan dan meningkatkan efektivitas serangan terhadap target yang dituju.
Salah satu keunggulan utama sistem BrahMos terletak pada fleksibilitas platform peluncurannya. Sistem ini dapat diluncurkan dari berbagai platform militer, mulai dari peluncur berbasis darat, kapal perang, kapal selam, hingga pesawat tempur.
Di India sendiri, rudal BrahMos telah digunakan oleh tiga matra militer, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Penggunaan tersebut menjadi bagian dari strategi pertahanan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh.
Sebelum Indonesia, Filipina menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang membeli sistem rudal BrahMos dari India. Negara tersebut menandatangani kontrak pembelian pada tahun 2022 dan mulai menerima pengiriman rudal pada tahun 2024.
