KUPANG, TELISIK.ID - Jumlah ternak babi yang mati akibat virus African Swine Fever (ASF) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai ribuan ekor. Data yang dilaporkan secara resmi ke Dinas Peternakan Provinsi NTT mencapai 122.000 ribu ekor.
"Yang sudah dilapor 122.000 ribu ekor yang mati. Kerugian pun diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah," kata Kepala Dinas Peternakan NTT, Johanna Lisapaly kepada Wartawan, Rabu (27/7/2022).
Ia mengaku pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian untuk mengatasi penyebaran virus ASF.
Setelah berbagai upaya yang dilakukan, sampai dengan Juli 2022 ini, tidak ada lagi laporan kematian lagi akibat ASF.
Ia juga mengajak peternak babi di NTT tidak boleh putus asa agar bisa membangkitkan kembali industri peternakan di NTT
