Baca juga: Partai Berkarya Siap Bela Mati-matian Kandidat di Pilkada 2020
"Sudah membentuk Pansel dan sudah melakukan aturan yang terbuka. Dan semua orang berhak mengikuti, mau orang Muna, Buton dan lainnya. Di Sultra silahkan ikut dalam Pansel itu dan hasil Pansel ternyata tidak satu orang Muna pun yang memenuhi. Saya ini orang Muna, jadi saya bicara sebagai kapasitas orang Muna agar tidak jadi dikotomi antar kesukuan di Sultra," sambungnya menerangkan.
Untuk itu, dengan terpilihnya Nur Endang sebagai Sekda Sultra tidak perlu didebatkan lagi, karena bersangkutan juga adalah putra terbaik Sultra yang terpilih lewat seleksi ketat oleh Panitia Seleksi (Pansel). Tidak hanya itu, Nur Endang pun lolos seleksi dengan urutan pertama dari semua kandidat Sekda yang mengikuti tahapan seleksi.
"Jadi terpilihnya Ibu Endang itu tidak perlu didebatkan lagi, Ibu Endang juga merupakan salah satu putra terbaik Sultra yang memenuhi kriterian Sekda Provinsi. Kemudian tidak ada satu prosedur yang disalahi, dia mulai dari proses awal yang diseleksi oleh gubernur dan memenuhi persyaratan hingga seleksi terakhir tiga besar dan nama Ibu Endang di posisi pertama," urainya.
Tokoh Sultra yang menjabat sebagai relawan Joko Widodo alias Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu itu meminta, agar masyarakat sudahi polemik jabatan Sekda karena yang terpilih saat ini adalah putra asli Sultra juga.
