Baca juga: Tuntaskan Roadshow di 19 Daerah Pilkada, PKS Jatim Pastikan Kemenangan

Olehnya itu, ia berpesan pada Rifai dan Rajiun agar dalam setiap kampanyenya dilakukan dengan format-format yang sesuai aturan dalam bingkai kekeluargaan. Begitu juga dengan Rajiun yang dianggap sebagai adiknya.

"Kita ini tidak bisa dipisahkan dalam bingkai kekeluargaan. Pasti suatu saat akan terus bertemu. Misalnya, ketika pak Rifai sakit, tidak mungkin saya tidak datang lihat, begitu juga sebaliknya. Makanya, janganlah kita saling mencaci dan menghina. Siapapun yang terpilih jadi bupati nanti adalah keluarga kita semua," ungkapnya.

Adapun asalan dirinya mendukung Rusman, karena ia menilai Rusman mampu membangun Bumi Sowite. Sementara, pada Rajiun, ia mengaku kecewa. Sebab, sebagai penginisiasi terbentuknya Muna Barat (Mubar), Rajiun telah meninggalkan amanah rakyat. Seharusnya, Rajiun fokus untuk membenahi Mubar.

"Dua orang ini (Rusman dan Rajiun) harusnya bersaing pada daerahnya masing-masing. Bukan malah bersaing jadi calon Bupati. Toh, jabatan sama. Saya juga heran, kok Rajiun tinggalkan Mubar yang belum sempurna. Apakah karena ambisi atau karena di Muna anggaranya besar," ujarnya.