Bahkan, ia sudah punya dua penugasan dari partainya yang harus dipilihnya bersama dengan partai golkar yakni maju untuk Pilgub Jawa Barat atau DKJ. Penentuan pilihan ini, partai golkar menyampaikan kepada publik didasarkan dari hasil survei internalnya atas elektabilitas dan kans menang Ridwan Kamil di antara dua daerah tersebut.
Santer beredar yang cenderung menguat adalah Ridwan Kamil ditempatkan oleh partai golkar untuk maju kembali dengan harapan terpilih dan menyelesaikan baktinya untuk dua periode kepemimpinannya di Jawa Barat.
Meskipun, memungkinkan Ridwan Kamil menuju Pilgub DKJ, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut campur (cawe-cawe) dalam persoalan pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di Pilgub DKJ.
Presiden Jokowi memungkinkan “cawe-cawe” dalam menentukan pasangan calon di Pilgub DKJ, untuk tujuan memajukan Ridwan Kamil sebagai Cagub dengan cawagub Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsunya.
Jika Jokowi memaksakan hal tersebut, tentu saja ini menjadi dilema bagi partai golkar, tetapi keuntungan bak “durian runtuh” bagi partai gerindra agar dapat mencengkram provinsi Jawa Barat. Tulisan ini ingin mencoba menerka dinamika politik dari yang akan dipilih oleh Ridwan Kamil di Pilgub nanti.
