Hanya saja politik menuju Pilgub DKJ amat dinamis, seperti Anies Baswedan yang diharapkan tidak mengambil tiket Pilgub DKJ kembali, ternyata malah diusung oleh PKS, padahal sebelumnya PKS menyatakan tidak mau mengusung Anies kembali sekarang waktunya kader PKS yang diusung di DKJ.
Sementara, Ahok yang diperkirakan akan diajukan oleh PDIP ke Sumatera Utara malah sekarang juga diperhitungkan di Pilgub DKJ. Sebaliknya, Ridwan Kamil yang diperkirakan figur baru yang bisa diperhitungkan malah elektabilitasnya berada diurutan ketiga setelah Anies dan Ahok.
Dilema partai golkar semakin menguat karena presiden Jokowi diyakini punya keinginan anak dan menantunya sebelum ia selesai masa jabatannya mereka telah dicalonkan dan dapat menjadi eksekutif di daerah-daerah, seperti majunya Bobby Nasution sebagai menantu di Sumatera Utara, kemungkinan majunya Kaesang Pangarep di DKJ, dan istrinya Kaesang yakni Erina S.
Gudono sebagai Bupati Sleman. Ini menunjukkan peluang partai golkar menempatkan Ridwan Kamil di Jawa Barat semakin sukar ditenggarai karena Presiden Jokowi juga berharap Ridwan Kamil dipasangkan dengan Kaesang Pangarep di DKJ.
Jika hal itu yang terjadi mungkin saja Partai Golkar apes, Ridwan Kamil juga merasakan kecewa karena kalah, bahkan Jokowi dan keluarga kalah untuk pertama kali di Pemilu, tetapi berkah bagi Partai Gerindra punya peluang besar mencengkram Jawa Barat.
