Beberapa risiko pada kesehatan sang istri, menjadi alasan mengapa sebaiknya tidak melakukan aktivitas hubungan intim setelah keguguran. Setelah keguguran, mulut serviks terbuka lebih lebar dari biasanya yang akan meningkatkan risiko infeksi dengan gejala seperti demam, menggigil, dan keputihan berbau busuk.

Untuk menghindari infeksi setelah keguguran, dokter kandungan menyarankan untuk tidak melakukan bercinta dengan penetrasi sebelum 2-3 minggu masa pemulihan selesai. Namun dokter lebih mengharapkan bercinta dilakukan 3 bulan setelah keguguran, agar memberikan waktu pada rahim untuk bisa kembali normal pada ukurannya semula.

Sebaiknya ikuti selalu saran dan anjuran dari dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi, karena dokter yang lebih tahu tentang kondisi Anda yang sebenarnya. Karena hubungan intim yang dilakukan segera setelah keguguran juga dapat menyebabkan kondisi semakin parah dengan terjadinya infeksi dan pendarahan.

Keguguran juga dapat menurunkan gairah dan hasrat sang istri, sehingga membuatnya tidak tertarik melakukan hubungan intim. Hal tersebut adalah akibat dari terjadinya ketidakseimbangan hormon setelah keguguran.

Maka ketidaksiapan untuk berhubungan intim setela baca  keguguran adalah hal yang normal, dan sang suami harus bisa mengerti perasaan istrinya. Namun, penting juga bagi sang istri untuk membiarkan suaminya mengungkapkan perasaannya terkait hubungan intim, setelah keguguran tersebut.