Ajumasir, salah seorang warga, menambahkan bahwa Pasampeano Tambaru adalah tradisi turun-temurun yang telah dilakukan sejak sekitar 17 abad lalu.

Baca Juga: KM Nur Rezki Mati Mesin di Perairan Tanjung Sambano Kaledupa, Penumpang Berhasil Dievakuasi

“Kami mengantar hasil panen berupa bahan makanan seperti umbi-umbian, sebagai bagian dari ritual ini,” ungkap Ajumasir.

Ajumasir menjelaskan bahwa dalam ritual ini, umbi-umbian dan ketupat dibawa sebagai bagian dari Mata’ano Santa, di mana doa dipanjatkan ke empat penjuru mata angin atau lawa.

“Tujuannya adalah untuk berdoa, menangkis roh jahat, serta membentengi kampung dari bahaya dan penyakit,” tambahnya.