Menurut Anti, semakin banyak tokoh adat yang meninggal dunia, membuat tradisi tersebut dan beberapa ritual adat lainnya mulai memudar.

Ritual Kapelanto terakhir kali dilakukan pada tahun 2022, namun sejak itu tidak ada lagi yang melaksanakan karena tidak ada lagi tokoh adat yang memimpin acara tersebut.

“Terakhir diadakan pada tahun 2022 di Lingkungan Kalangana, namun setelah tokoh adatnya meninggal, ritual ini tidak lagi dilaksanakan,” jelasnya.

Seorang tokoh adat lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, juga membenarkan bahwa ritual Kapelanto dahulu sering dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan untuk menangkal hal-hal buruk, seperti wabah penyakit kalelei (wabah penyakit lokal).

Namun, saat ini ritual ini sudah jarang dilakukan, sehingga penyakit kalelei kembali marak di masyarakat.