“Sekarang, banyak kerabat saya yang datang untuk meminta doa agar penyakit kalelei bisa teratasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya angka wabah kalelei tahun ini, yang menurutnya berkaitan dengan berkurangnya ritual adat tersebut.
Tokoh adat ini mengimbau agar seluruh tokoh adat di Buton Selatan kembali membangkitkan dan melestarikan ritual Kapelanto untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk bencana alam.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Haerudin, menyampaikan bahwa pada tahun 2021, pihaknya telah mengadakan Festival Budaya yang mencakup pembukaan ritual Kapelanto.
Ritual ini telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga.
