BUTON SELATAN, TELISIK.ID — Ritual Mata'ano Galampa di Desa Gunung Sejuk, Sampolawa, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, tidak hanya sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan, tetapi juga menyimpan filosofi yang mendalam, terutama dalam cara membelah ketupat.

Ritual ini merupakan lanjutan dari Mata'ano Santa yang telah digelar pada September 2024 lalu.

Ketua Adat Desa Lipu Mangau dan Gunung Sejuk, La Boti, menjelaskan bahwa dalam ritual Mata'ano Galampa, terdapat tradisi unik dalam membelah ketupat yang membedakannya dari cara umumnya.

Ketupat dibelah dari sisi samping, yang memiliki makna simbolis. Menurut La Boti, filosofi ini menggambarkan hubungan yang erat antara manusia dan Tuhan, yang tidak terpisahkan.

Baca Juga: Nelayan Buton Selatan Hilang saat Mancing Ditemukan Meninggal