KENDARI, TELISIK.ID – Dalam tradisi Hindu, Mesangih atau dikenal juga sebagai Metatah merupakan salah satu upacara sakral yang menandai peralihan seseorang menuju kedewasaan.
Ritual ini dilakukan dengan cara mengikir enam gigi bagian atas sebagai simbol pengendalian sifat buruk dalam diri manusia.
Upacara Mesangih biasanya dilaksanakan ketika seorang anak menginjak usia remaja, sekitar 12 hingga 18 tahun. Prosesi ini bertujuan untuk menghilangkan enam sifat negatif dalam diri manusia yang dikenal dalam ajaran Hindu sebagai Sad Ripu, yaitu Kama (nafsu), Lobha (keserakahan), Krodha (kemarahan), Moha (kebingungan atau kebodohan), Mada (kesombongan), dan Matsarya (iri hati).
Ritual ini dipimpin oleh seorang Sulinggih atau pendeta Hindu. Peserta yang akan menjalani prosesi Mesangih mengenakan busana adat Bali dan berbaring di atas sebuah bale (tempat tidur khusus) yang telah disiapkan.
Dalam prosesi tersebut, pendeta akan mengikir gigi bagian atas secara perlahan sambil melantunkan doa dan mantra suci, menambah nuansa sakral dalam upacara ini.
