"Sebagai manusia, kita tidak terlepas dari siklus kehidupan, mulai dari dalam kandungan hingga dewasa. Prosesi Metatah ini diharapkan membawa kebijaksanaan sesuai kodrat manusia," ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum prosesi potong gigi dilakukan, penting memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya mengendalikan musuh dalam diri, yaitu hawa nafsu dan sifat negatif lainnya.

Karena dianggap sakral, peserta Mesangih tidak diperbolehkan keluar rumah selama prosesi berlangsung.

“Sebenarnya, orang yang menjalani Mesangih tidak boleh memejamkan mata karena konsepnya mirip dengan ritual kematian,” jelasnya.

Layaknya memandikan jenazah, peserta Mesangih berbaring di bale dan giginya dikikir oleh seorang sangging (orang yang melakukan prosesi pengikiran).