Karena itu, peserta dilarang menutup mata sebagai simbol kesadaran penuh dalam proses penyucian diri.

Di tempat yang sama, Pemangku Eka menjelaskan, tradisi Mesangih hanya ada di Hindu Bali dan tidak ditemukan dalam praktik Hindu di India.

Baca Juga: Goa Berlian Pulau Sombori: Surga Tersembunyi di Sulawesi

Ia menceritakan, di Bali pernah ditemukan peninggalan purbakala di Gilimanuk, di mana fosil-fosil manusia purba ditemukan dengan gigi yang sudah dikikir rata. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi ini telah ada sejak zaman dahulu.

Ada pula mitos dalam konsep Purana yang berkaitan dengan ritual ini. Salah satunya adalah kisah Bhatara Kala yang ingin bertemu dengan ayahnya, Dewa Siwa. Namun, Dewa Siwa meminta Bhatara Kala untuk memotong taringnya terlebih dahulu.