WAKATOBI, TELISIK.ID - Suasana Desa Kapota, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, terasa berbeda pada Jumat (25/4/2025). Ribuan pasang mata menyaksikan momen sakral penuh makan yakni Kansoda’a.
Kansoda’a merupakan sebuah tradisi menandai peralihan gadis remaja menjadi perempuan dewasa dalam budaya masyarakat Wakatobi.
Perjalanan Kansoda’a dimulai jauh sebelum sorak sorai arak-arakan. Para gadis terlebih dulu menjalani masa pingitan yang disebut Sombo’a selama 10 hari di rumah.
"Sebelum itu, mereka dimandikan dengan air doa, saat air disiramkan dari kepala ke seluruh tubuh, janur kelapa yang kemudian dipukulkan ke kepala si gadis menjadi pertanda: semakin banyak yang menempel, diyakini semakin dekat pula jodohnya," ucap salah seorang warga, Anton.
Baca Juga: STIMIK Bina Bangsa Kendari Perkenalkan Selai Konduru dan Klinik IT di Harmoni Sultra
