Mereka terjebak oleh trik penggunaan Singkatan maupun strategi “pengaburan pertanyaan”, seperti Gibran menggunakan singkatan membuat Muhaimin Iskandar terperangah sehingga membutuhkan pengulangan agar diperjelas dengan konsekuensi waktu menitnya terbuang berupa SGIE yakni State of The Global Islamic Economy, sedangkan Mahfud MD tak bisa lugas menjawab mengenai regulasi yang mengatur carbon capture and storage (CCS) atau teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.

Dari strategi dan trik yang digunakan oleh Gibran ini, ada pesan yang tersampaikan dengan jelas bahwa debat cawapres kemarin bukan sekadar adu gagasan semata, tetapi ada peran konsultan politik memungkinkan para tim sukses untuk menerapkan trik dan strategi menghadapi debat sehingga debat tidak terlihat sekadar adu gagasan saja.

Debat capres kedua ini diyakini akan ada strategi yang berbeda dari masing-masing capres, bukan hanya strategi yang baru tetapi pola dalam melakukan serangan ketika bertanya juga diyakini akan berbeda. Anies dan Ganjar yang diyakini akan benar-benar berusaha keras menyusun strategi baru tidak sekadar materi pertanyaannya.  

Sehingga pasca debat, selain pertanyaan masing-masing capres yang akan ramai kembali diperbincangkan publik, memungkinkan strategi capres akan ramai mengemuka di media massa. Penulis memperkirakan bahwa Anies akan menggunakan trik bicara dengan panjang sehingga tampak komprehensif, tak menutup kemungkinan Anies juga menggunakan istilah-istilah untuk mempermalukan Prabowo. Jika itu digunakan, adalah upaya Anies membalas kekesalan dari cawapresnya Muhaimin Iskandar.

Baca Juga: Tahun Baru, PPP Diambang Tak Lolos Parliamentary Threshold