Jika kita mempelajari dari beberapa Pilpres, Prabowo terbawa kepada gagasan slogan semata bahwa Indonesia adaah macan asia, Indonesia adalah negara maju, Indonesia adalah negara Kepulauan terbesar di dunia. Semua bahasa yang digunakannya, sifatnya hanya slogan, jangkauannya luas dan tentu saja durasi mencapai gagasan tersebut adalah sangat panjang.
Sedangkan, Pilpres hanya untuk jabatan lima tahun saja. Sehingga, Prabowo semestinya harus bisa menjelaskan gagasan dan teknisnya yang dalam jangka lima tahunan jika terpilih sebagai Presiden.
Pendidikan Politik dan Penentuan Pilihan
Prabowo masih menjadi “musuh bersama” atau common enemy, itu tak bisa diabaikan. Sebab Prabowo dan Gibran adalah wajah pasangan capres-cawapres perwakilan pemerintah, sedangkan Gibran adalah anak biologis dari Presiden Soekarno, sehingga Presiden Jokowi tak bisa diabaikan akan berpihak kepada Prabowo meski tidak dinyatakan secara terang benderang sekalipun.
Jelas memungkinkan jalinan hubungan kerjasama yang sedang mencuat hangat di media dalam komunikasi antar tim sukses dari pasangan Anies-Imin dan pasangan Ganjar-Mahfud akan turut menghadirkan pola kerjasama tersebut untuk menyerang Prabowo.
