Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam dalam diri perempuan itu. Ia mulai merenungkan perbedaan sikap antara dirinya yang selama ini hidup dalam dosa dengan pemuda yang begitu takut kepada Tuhan.

"Ini adalah dosa yang pertama kali yang dilakukannya, dan ia sangat merasa takut. Sedangkan aku telah melakukan dosa ini selama satu tahun. Tuhan yang ditaatinya adalah Tuhanku juga. Dan seharusnya rasa takutku melebihi rasa takutnya," katanya dalam hati ketika merenungi peristiwa itu.

Sejak saat itu perempuan tersebut diliputi rasa bersalah. Ia kemudian memutuskan untuk bertobat dan berusaha mencari pemuda tersebut. Ia menutup auratnya dengan pakaian yang lebih tertutup dan mengenakan cadar ketika keluar rumah.

Setelah bertanya kepada sejumlah penduduk, ia akhirnya menemukan tempat tinggal pemuda tersebut. Namun ketika pemuda itu mengetahui bahwa perempuan yang datang adalah wanita yang pernah menggoda dirinya, ia terkejut dan menjerit keras hingga meninggal dunia.

Kejadian tersebut membuat perempuan itu semakin diliputi kesedihan. Ia kemudian bertanya kepada penduduk sekitar mengenai keluarga pemuda tersebut.