Robot ini bisa berguling melalui puing-puing banjir atau reruntuhan bangunan, mendeteksi kebocoran gas beracun atau mencari korban selamat tanpa mempertaruhkan nyawa penyelamat manusia.
"Ini seperti bola pintar yang bisa bertahan di zona bahaya, memberikan data real-time untuk tim respons," tambah Jangale.
Baca Juga: Unik: Hanya dengan Rp 45.000 Anda Bisa Dapat Pelukan Hangat dari Jasa Profesional Ini, Tertarik?
Proyek ini bermula dari ide Ambrose di NASA pada 2003, yang sempat tertunda karena fokus pada rover berpenggerak. Kini, dengan dukungan dana negara bagian Texas, RoboBall siap memasuki fase pengujian lanjutan.
Tim berharap robot ini bisa diintegrasikan ke misi NASA Artemis untuk eksplorasi Bulan selatan poles, sekaligus diadopsi oleh badan penanggulangan bencana seperti FEMA.
