Dalam kurun waktu tertentu data-data seperti jam penyiraman, status sensor kelembaban tanah, status sensor ultrasonik akan dikirimkan ke server sehingga bisa melakukan pengendalian penyiraman kapan pun bisa dilakukan dari jarak jauh.
Sistem tersebut juga dilengkapi dengan kamera pemantau lokasi tama dan kamera berbasis IP sehingga bisa diakses via Web Browser.
Sementara itu Lurah Cokrodiningratan, Narotama mengatakan, dengan proses yang serba otomatis penyiraman tidak lagi dilakukan secara manual sehingga mengurangi potensi penyebaran COVID-19. Kontak fisik pun bisa berkurang signifikan dengan cara ini.
Penyiraman manual biasanya dilakukan sejumlah warga dengan menggunakan alat atau semacam selang yang digunakan secara bergantian karena ada pembagian tugas diantara mereka. Kondisi itu tentu menambah risiko penularan COVID-19.
Diharapkan, Robin bisa menghidupkan kembali wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sehingga pada saat New Normal nanti kemungkinan penyebaran COVID-19 tetap bisa dikendalikan.
