"Kami menghadapi tim yang hebat, jadi kami memutuskan bermain lebih dalam melawan mereka, tetapi kami tidak terlalu menderita pada sebagian besar pertandingan dan memiliki peluang untuk unggul 2-0," kata pelatih Torino, Ignazio Abate.
Kekalahan ini mengakhiri tiga kemenangan beruntun Torino di Serie A. Sebaliknya, Como mencatatkan kemenangan keempat beruntun di semua kompetisi. Como naik ke peringkat keempat klasemen dengan 20 poin dari sembilan pertandingan, hasil dari enam kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan, dengan selisih gol plus sembilan. Torino berada di peringkat kedelapan dengan 13 poin dari empat kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan.
Persaingan Papan Atas Makin Ketat
Hasil pekan kesembilan ini membuat persaingan di papan atas Serie A semakin rapat. Lazio memimpin dengan 25 poin, diikuti Roma dengan 21 poin dan Como dengan 20 poin, sementara tim-tim lain masih memiliki kesempatan memangkas jarak karena pekan kesembilan belum sepenuhnya selesai. Sejumlah pertandingan pekan kesembilan lainnya dijadwalkan pada 28 dan 29 Oktober, termasuk Milan melawan Bologna, Venezia melawan Inter, dan Genoa melawan Juventus.
Bagi Roma, kemenangan atas Cagliari menjadi bukti kedalaman skuad di tengah absennya sejumlah pemain inti. Bagi Como, kemenangan di Turin menegaskan laju tim asuhan Cesc Fàbregas yang kini menembus empat besar. Kedua tim akan berusaha mempertahankan posisi mereka ketika Serie A memasuki pekan berikutnya.
