Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) merespons dengan membuka proses disiplin terhadap Ronaldo. Berdasarkan keputusan Seksi Non-Profesional pada 9 Oktober 2026, FPF menjatuhkan skorsing preventif non-otomatis kepada sang kapten dan menetapkan status mendesak pada kasus tersebut.
Kasus itu kemudian diteruskan ke Komisi Investigasi Disiplin pada 10 Oktober 2026. Hingga Kamis malam (15/10/2026), belum ada keputusan final yang diumumkan. Detail penyelidikan akan tetap dirahasiakan hingga proses selesai.
Berdasarkan regulasi disiplin FPF, pemain yang meninggalkan atau tidak hadir dalam kegiatan tim nasional tanpa alasan yang sah dapat dijatuhi skorsing satu hingga enam bulan, disertai denda. Ronaldo sendiri telah menyatakan akan menerima hukuman apa pun dan menegaskan tetap tersedia untuk membela Portugal.
Sementara itu, Presiden FPF Pedro Proença menyatakan harapannya agar Ronaldo kembali pada jeda internasional November mendatang. Proença menyebut federasi, pelatih, dan para pemain satu suara menginginkan sang kapten kembali.
