Para ilmuwan menduga fenomena ini berkaitan dengan dinamika di inti dalam Bumi, karena model atmosfer dan lautan tidak mampu menjelaskan percepatan tersebut secara penuh.

Faktor lain yang memengaruhi kecepatan rotasi Bumi adalah posisi Bulan. Pada Juli dan Agustus 2025, Bulan diperkirakan berada pada jarak maksimum dari ekuator Bumi, yang dapat mengurangi hambatan gravitasi dan mempercepat rotasi Bumi.

Selain itu, peristiwa geofisika seperti gempa bumi juga berperan. Sebagai contoh, gempa berkekuatan 9,0 di Jepang pada Maret 2011 menggeser sumbu Bumi sekitar 17 cm, mempercepat rotasi Bumi hingga 1,8 mikrodetik.

Dampak Percepatan Rotasi

Meskipun perubahan durasi hari hanya dalam milidetik dan tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, fenomena ini memiliki implikasi penting bagi sistem yang bergantung pada ketepatan waktu, seperti navigasi satelit, GPS, komunikasi global, dan jaringan finansial internasional.