Tak sampai di situ saja, sebagian area parkir telah dibangunkan lods dan disewakan kepada pedagang dengan harga sewa perbulannya mencapai Rp 700 ribu hingga jutaan rupiah.

Baca juga: Pasien Sembuh COVID-19 di Sultra Bertambah 23 Orang

Bahkan jumlah lods yang dibangun oleh pengelola pasar di atas hak Pemkot Kendari tak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 74 lods ditambah satu gudang yang juga ikut disewakan.

"Jadi tidak ada PAD yang didapat dari parkiran sejak saya jadi Dirut PD Pasar di tahun 2018. Tidak tau di tahun-tahun sebelumnya, jangan sampai begitu juga tidak pernah dipungut retribusinya. Sekarang yang kita pungut hanya retribusi harian pedagang sebesar seribu rupiah saja," ungkapnya.

Sementara itu, pengelola Pasar Basah Kota Kendari di bawah naungan PT Kurnia, Suardi tetap bersikukuh, pihaknya selalu membayar retribusi hasil pengelolaan parkiran sebesar Rp 2,7 juta setiap bulannya ke Pemkot Kendari.