JAKARTA, TELISIK.ID - Langkah pemerintah untuk memastikan keberlanjutan program makan bergizi gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp28 triliun pada tahun 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa permintaan tersebut sudah masuk dalam skema pengelolaan fiskal, meski evaluasi penyerapan anggaran tetap menjadi syarat utama sebelum pencairan dilakukan.

Purbaya mengakui bahwa sebelumnya ia salah menilai tingkat penyerapan anggaran MBG yang digagas Presiden Prabowo. Setelah berdiskusi dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, ia menilai serapan anggaran ternyata lebih baik daripada perkiraan awal.

“Jadi seperti Pak Dadan tadi jelaskan bahwa kemungkinan malah bukan lebih (anggarannya), mungkin kurang Rp28 triliun lagi. Ya saya akan pikir pendanaannya seperti apa, tapi sudah ada, jadi tinggal shift saja enggak ada masalah,” ujar Purbaya di kantor BGN, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Senin (29/9/2025).

Meski begitu, Purbaya menegaskan tambahan anggaran tersebut tidak akan langsung disalurkan begitu saja. Ia berencana meninjau kembali realisasi serapan anggaran pada akhir Oktober.