“Duta ini bertugas untuk menjelaskan dan memberikan edukasi kepada setiap pasien yang datang, sehingga pada kunjungan berikutnya, pasien sudah lebih paham dan tidak perlu lagi menanyakan hal-hal yang sama,” papar Iqbal.

Ia juga optimis bahwa dengan adanya edukasi yang konsisten, pasien dan keluarganya akan lebih memahami dan terbiasa dengan sistem antrean online. Iqbal berharap antrean online di RS Aliah 3 akan terus meningkat dan memberikan kemudahan serta kepuasan kepada pasien.

Baca Juga: Kolaborasi Berkelanjutan Lintas Sektor Kunci Pemkot Atasi Stunting

“Dengan sistem yang berjalan baik, diharapkan pelayanan kepada pasien akan semakin optimal dan rumah sakit mampu meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pegawai BPJS Kesehatan Kendari, Wawan, menyebut data terbaru untuk penggunaan antrean online Mobile JKN sudah mencapai 65 persen.