"Kami menyadari bahwa sebelum antrean online diterapkan, diperlukan tenaga admisi rumah sakit yang benar-benar memahami program ini agar mereka dapat mengedukasi masyarakat," tambahnya.

Selain tantangan internal, RS Aliyah 3 juga menghadapi kendala dari peserta JKN terkait penggunaan Aplikasi Mobile JKN. Tidak semua peserta, terutama lanjut usia atau yang berasal dari kabupaten, memahami sistem antrean online. Beberapa peserta bahkan tidak memiliki smartphone atau akses internet yang memadai.

"Untuk mengatasi kendala ini, kami menyediakan Duta JKN yang bertujuan memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Program JKN, khususnya layanan administrasi antrean online," jelas Hendra.

Sebelum menjalankan tugasnya, Duta JKN harus memahami peran mereka dengan baik agar bisa memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Mereka juga bertugas membimbing peserta agar dapat menggunakan sistem antrean online secara mandiri di masa depan.

Baca Juga: PNS di Kendari Nyaman dengan Aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan, Pangkas Waktu Antrean