MUNA, TELISIK.ID - Pelayanan di Rumah Sakit (RS) Raha kembali menuai sorotan dari Forum Mahasiswa Pendidikan Universitas Haluoleo, Kendari. RS berplat merah itu diduga menelantarkan pasien hingga meninggal dunia.

Jenderal Lapangan, Wahyu Pratama menerangkan, salah seorang pasien berinisial M (30), warga Pajala, Kabupaten Muna Barat (Mubar), 21 Juli lalu dirujuk ke RS Raha untuk mendapatkan tindakan medis persalinan. Namun tiba di RS,  pasien sama sekali tidak mendapatkan tindakan medis. Malah, pasien dibiarkan selama empat hari.

"Sampai pasien meninggal, tidak ada tenaga medis yang memberikan tindakan," kata Wahyu saat berorasi di Kantor DPRD Muna, Senin (26/7/2021).

Persoalan buruknya pelayanan RS sudah menjadi momok yang menakutkan bagi pasien. Namun ironinya, pihak manajemen RS, tidak pernah melakukan perbaikan pelayanan.

Wahyu juga menyayangkan adanya surat penyampaian yang dikeluarkan Direktur RS, dr Muhamad Marlin tentang tidak akan menerima pasien rujukan kebidanan dari Muna dan Muna Barat (Mubar) yang hasil rapid test antigennya positif mulai tanggal 22 Juli. Menurut Wahyu, surat yang dikeluarkan itu bertentangan dengan UU Nomor 44 tahun 2009 tentang RS.