IMALAK juga berencana melakukan aksi demonstrasi dan meminta agar DPRD Kota Kendari menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan ini secara terbuka.
“Kami juga mendesak Dinas Kesehatan Kota Kendari dan Provinsi Sultra agar mengambil langkah tegas terhadap RS Santa Anna agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Ali.
Hingga berita ini diturunkan, telisik.is masih berupaya mengonfiramasi pihak RS Santa Anna terkait dugaan penolakan terhadap pasien korban pembacokan tersebut. (A)
Penulis: Erni Yanti
Editor: Ahmad Jaelani
