Selama isu COVID-19 mulai ada di Indonesia, RSUD Baubau telah mengantisispasi dengan menyediakan ruang isolasi. Namun saat ini RSUD Baubau masih mengalami keterbatasan alat rapid test untuk mengetahui seseorang positif atau atau negatif COVID-19.

“Ruangan kita sudah sediakan di gedung baru itu, daya tampungnya delapan, satu ruangan satu pasien. Alat tes repidnya kami belum disuplai, tapi provinsi janjikan  akan ada,” katanya.

Kendati demikian, menurutnya, saat ini Pemkot Baubau telah mengantisipasi masuknya wabah tersebut dengan mengedepankan SOP di pintu masuk Kota Baubau.

“Jadi kan kita punya SOP, jadi misal ada penumpang dari bandara atau pelabuhan itu ada SOP dan sudah pahami SOP-nya masing-masing. Kami juga pihak rumah sakit punya SOP,” sambungnya.

Baca Juga : PEKAT Bagikan Seribu Masker untuk Masyarakat Sultra