"Fokus utama tim adalah mengevaluasi standar akreditasi. Memang ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki, sambil berjalan akan terus dievaluasi sampai pada tingkat kesempurnaan, meskipun harus tidak 100 persen," jelas Kariadi.

Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi tim untuk memberikan rekomendasi perbaikan di RSUD Buton Selatan. Lomba ini adalah bagian dari upaya umum di seluruh Sultra untuk saling bertukar informasi demi kemajuan rumah sakit.

Plt. Direktur RSUD Buton Selatan, dr. La Ode Achmad, menyambut baik penilaian tersebut. Ia menyebut item penilaian berpusat pada PPI dan aspek kebersihan, yang merupakan bagian integral dari syarat akreditasi yang memungkinkan rumah sakit mendapatkan layanan seperti BPJS Kesehatan.

Achmad mengklaim RSUD Buton Selatan telah mencapai kategori akreditasi paripurna dengan kualitas layanan 70 hingga 80 persen.

Ia menyoroti upaya rumah sakit dalam membudayakan hal-hal kecil, seperti anjuran cuci tangan, sebagai indikator penting dalam pencegahan infeksi.