"Kasihan orang-orang yang di RS tadi, ada 6 orang ODP, dan sampai hari ini belum ditahu hasil tesnya, apakah negatif atau positif, karena masih menunggu lama. Padahal kasihan mereka itu ditempatkan di ruang yang tidak ber AC," tambahnya.
Oleh karena itu, DPRD Kota Kendari meminta kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk mengusulkan di Kemenkes soal registrasi fungsi Laboratorium Swab tes bagi pasien status ODP dan PDP.
Tak hanya di RSUD Kota Kendari, Politisi Golkar ini yakin dengan anggaran penanganan COVID-19 mencapai Rp 300 miliar, RSU Bahtermas juga sudah memiliki alat Swab tes tenggorok pada pasien.
Dihubungi terpisah Direktur RSUD Kota Kendari, dr. Sukirman, mengatakan hal serupa bahwa RSUD sudah memiliki alat laboratorium swab tes, hanya saja belum dapat difungsikan.
"Yah harus ada izin dari Kemenkes," singkatnya.
